Vitamin Ternak Organik Untuk Penggemukan SAPI, BABI, KAMBING, KUDA, DOMBA Dengan Cepat dan Mudah, Menjaga Kesehatan Ternak. VITERNA plus.Penggemukan Sapi, Kambing, Domba, Kuda, Babi, dll
Produk NASA yang digunakan:
*.Viterna plus(Vitamin Ternak Natural) 500 cc
*.Hormonik(Hormon Organik) 100 cc
*.POC (pupuk organik cair ) NASA500cc
Cara pakai:
VITERNAplus + HORMON ORGANIK + PocNASA digunakan sebagai campuran air minum atau pakan ternak. Campur dulu menjadi satu wadah,1 botol VITERNA 500 cc + 1 botol HORMONIK 100 cc + 1 botol poc NASA 500 cc.
Kemudian ambil 1 tutup (10 cc) campur dengan 5 - 10 Liter Air minum atau untuk di campur 3kg pakan apa saja (boleh dicampur ampas tahu, dedak/bekatul, air + garam, dll). Cukup diberikan 1 x sehari namun jika ingin memberikan 2x sehari lebih baik . Tempo 40 - 60 hari akan terlihat gemuk. Gunakan produk secara maksimal Jika ingin target hasil panen optimal,
Manfaat VITERNA ,POC NASA, HORMONIK.
*.VITERNA Plus menggunakan teknologi asam amino yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh ternak, yaitu dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak.
*.POC NASA yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan bobot harian ternak, meningkatkan ketahanan tubuhternak, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran.
Sedangkan
*.HORMONIK ;
lebih berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh bagi ternak. Di mana formula ini akan sangat membantu meningkatkan pertumbuhan ternak secara keseluruhan.
Rincian Harga Pulau Jawa Paket Kecil ;
*.VITERNAplus 500cc 2 btl x50.000 = Rp 100.000
*.POC NASA 500cc 2 btl x40.000 = Rp 80.000
*.HORMONIK 100cc 2 btl x35.000 = Rp 70.000
( belum termasuk ongkos kirim ) jumlah = Rp 250.000
Alamat: Ds. Sumberingin Kidul Ngunut (perempatan SMAN sumberingin kidul kebarat 300mtr, ada perempatan keselatan, selatannya tembok batako timur jalan) MELAYANI PEMBELIAN PRODUK ORGANIK ( PERTANIAN, PETERNAKAN, PERIKANAN,KESEHATAN) BERKUALITAS NASA. SERTA MELAYANI PENDAFTARAN MEMBER/ AGEN/ DISTRIBUTOR BARU NASA. CP ANWAR 085 708 788 228
Label
- Artikel Perikanan
- Artikel Pertanian
- Beternak Sapi Potong
- BUDIDAYA
- Budidaya Anggrek
- Budidaya Anggur
- Budidaya Ayam Pedaging
- Budidaya Durian Organik
- Budidaya Ikan Kerapu
- Budidaya Kelapa Sawit
- Budidaya Kentang
- Budidaya Pepaya
- BUDIDAYA STAWBERY
- Budidaya Tanaman Kakao/Coklat
- Budidaya Tembakau
- BUDIDAYA TERONG
- Budidaya Timun
- Budidaya Tomat
- CARA MENDAFTAR JADI AGEN
- CARA PEMESANAN PRODUK
- Free Ebook
- Haerbastamin
- KANGKER
- KECANTIKAN
- KELINCI
- Kerja Sama
- Kesaksian
- KESEHATAN WANITA
- Mesin RO NASA
- OBAT TANAMAN
- PAKET OBAT HERBAL
- Paket Pupuk Ekonomi
- Pemesanan
- PEMUTIH
- Penelitian
- Pengobatan dengan Produk Natural Nusantara
- PENYEMBUHAN SAKIT
- PERIKANAN
- PERTANIAN
- Pestisida
- Peternakan
- Produk Kecantikan
- Produk Kesehatan
- Produk Nasa
- Produk Perikanan
- Produk Pertanian
- Produk Peternakan
- Pupuk Organik
- Pupuk Perikanan
- Pupuk Tambak
- Pupuk Tanaman
- Serba Serbi
- Tehnik Budidaya
- Tehnik Budidaya Perikanan
- Tehnik Budidaya Pertanian
- Tehnik Pemakaian
- Video Kesaksian
Tampilkan postingan dengan label Peternakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peternakan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 12 Juli 2016
Cara Cepat Penggemukan Sapi kambing Babi Kuda Dengan Produk Organik NASA
Rabu, 18 Mei 2016
Cara membuat ayam. Bebek puyuh bertelur banyak
Cara pakai:
Campur jadi satu wadah, 1 botol VITERNA 500 cc + 1 botol Poc NASA 500 cc + 2kapsul ASAM AMINO kocok-kocok sampe benar-benar campur. Kemudian ambil 1 tutup (10 cc) campur dengan 10 Liter air minum ternak /3kg pakan apa saja. Cukup diberikan 3 hari sekali. Jangan diberikan tiap hari.
Rabu, 03 Juni 2015
CARA TERNAK KELINCI DENGAN CEPAT
Budidaya Kelinci
A. PENDAHULUANTernak ini semula hewan liar yang sulit dijinakkan. Kelinci dijinakkan sejak 2000 tahun silam dengan tujuan keindahan, bahan pangan dan sebagai hewan percobaan. Hampir setiap negara di dunia memiliki ternak kelinci karena kelinci mempunyai daya adaptasi tubuh yang relatif tinggi sehingga mampu hidup di hampir semua iklim seluruh dunia. Kelinci dikembangkan di daerah dengan populasi penduduk relatif tinggi. Adanya penyebaran kelinci juga menimbulkan sebutan yang berbeda. Di Eropa disebut rabbit. Di Indonesia hewani ini disebut kelinci. Sedangkan di Jawa disebut trewelu dan sebagainya.
B. SENTRA PERIKANAN
Di Indonesia masih terbatas daerah tertentu dan belum menjadi sentra produksi. Dengan kata lain pemeliharaan masih tradisional.
C. JENIS
Menurut sistem Binomial, bangsa kelinci diklasifikasikan sebagai berikut :
Ordo : Lagomorpha
Famili : Leporidae
Sub famili : Leporine
Genus : Lepus, Orictolagus
Spesies : Lepus spp., Orictolagus spp.
Jenis yang umum diternakkan adalah American Chinchilla, Angora, Belgian, Californian, Dutch, English Spot, Flemish Giant, Havana, Himalayan, New Zealand Red, White dan Black, Rex Amerika. Kelinci lokal yang ada sebenarnya berasal dari dari Eropa yang telah bercampur dengan jenis lain hingga sulit dikenali lagi. Jenis New Zealand White dan Californian sangat baik untuk produksi daging, sedangkan Angora baik untuk bulu.
D. MANFAAT
Manfaat yang diambil dari kelinci adalah bulu dan daging yang sampai saat ini mulai laku keras di pasaran. Selain itu hasil ikutan masih dapat dimanfaatkan untuk pupuk, kerajinan dan pakan ternak.
E. PERSYARATAN LOKASI
Dekat sumber air, jauh dari tempat kediaman, bebas gangguan asap, baubauan, suara bising dan terlindung dari predator.

Yang perlu diperhatikan dalam usaha ternak kelinci adalah persiapan lokasi yang sesuai, pembuatan kandang, penyediaan bibit dan penyediaan pakan.
1. Penyiapan Sarana dan Perlengkapan
Fungsi kandang sebagai tempat berkembang biak dengan suhu ideal 21 derajat C, sirkulasi udara lancar, lama pencahayaan ideal 12 jam dan melindungi ternak dari predator. Menurut kegunaan, kandang kelinci dibedakan menjadi kandang induk. Untuk induk/kelinci dewasa atau induk dan anak-anaknya, kandang jantan, khusus untuk pejantan dengan ukuran lebih besar dan Kandang anak lepas sapih.
Untuk menghindari perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan antara jantan dan betina.
Kandang berukuran 200x70x70 cm tinggi alas 50 cm cukup
untuk 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) ukuran 50x30x45 cm.
Menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi:
- Kandang sistem postal, tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam ruangan dan cocok untuk kelinci muda.
- Kandang sistem ranch ; dilengkapi dengan halaman pengumbaran.
- Kandang battery; mirip sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid).
tahan pecah dan mudah dibersihkan.
Untuk syarat ternak tergantung dari tujuan utama pemeliharaan kelinci tersebut. Untuk tujuan jenis bulu maka jenis Angora, American Chinchilla dan Rex merupakan ternak yang cocok. Sedang untuk tujuan daging maka jenis Belgian, Californian, Flemish Giant, Havana, Himalayan dan New Zealand merupakan ternak yang cocok dipelihara.
a) Pemilihan bibit dan calon induk
Bila peternakan bertujuan untuk daging, dipilih jenis kelinci yang berbobot badan dan tinggi dengan perdagingan yang baik, sedangkan untuk tujuan bulu jelas memilih bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik. Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi, tidak mudah nervous, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam, lincah/aktif bergerak.
b) Perawatan Bibit dan calon induk Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian pakan yang cukup, pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari gangguan luar.
c) Sistem Pemuliabiakan. Untuk mendapat keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat yang spesifik maka pembiakan dibedakan dalam 3 kategori yaitu:
- In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan menonjolkan sifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging.
- Cross Breeding (silang luar), untuk mendapatkan keturunan lebih baik/menambah sifat-sifat unggul.
- Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat bangsa/jenis baru yang diharapkan memiliki penampilan yang merupakan perpaduan 2 keunggulan bibit.
e) Proses Kelahiran
Setelah perkawinan kelinci akan mengalami kebuntingan selama 30-32 hari. Kebuntingan pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina 12-14 hari setelah perkawinan, bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran induk dipindah ke kandang beranak untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan cara merontokkan bulunya. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari dengan kondisi anak lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi sekitar 6-10 ekor.
3. Pemeliharaan
a) Sanitasi dan Tindakan Preventif
Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering agar tidak jadi sarang penyakit. Tempat yang lembab dan basah menyebabkan kelinci mudah pilek dan terserang penyakit kulit.
b) Pengontrolan Penyakit
Kelinci yang terserang penyakit umumnya punya gejala lesu, nafsu makan turun, suhu badan naik dan mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal ini segera dikarantinakan dan benda pencemar juga segera disingkirkan untuk mencegah wabah penyakit.
c) Perawatan Ternak
Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu. Anak sapihan ditempatkan kandang tersendiri dengan isi 2-3 ekor/kandang dan disediakan pakan yang cukup dan berkualitas. Pemisahan berdasar kelamin perlu untuk mencegah dewasa yang terlalu dini. Pengebirian dapat dilakukan saat menjelang dewasa. Umumnya dilakukan pada kelinci jantan dengan membuang testisnya.
d) Pemberian Pakan
Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput lapangan, rumput gajah, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan.
Untuk memenuhi kebutuhan pakan pada ternak kelinci perlu diberikan pakan tambahan berupa konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan ternak. Agar pertumbuhan ternak kelinci mencapai bobot sesuai target waktu maka perlu diberikan tambahan nutrisi berupa VITERNA, POC NASA, HORMONIK pada pakan konsentrat. Pemberian nutrisi tambahan tersebut selain melalui pakan konsentrat juga diberikan melalui air minum.
Cara aplikasinya adalah :
- Campurkan terlebih dahulu 1 botol VITERNA + 1 botol POC NASA + 1 botol HORMONIK ke dalam satu wadah khusus dan kocok hingga tercampur sempurna.
- Ambil larutan yang sudah tercampur tadi dengan ukuran 5 cc (setengah tutup) untuk 10 liter air minum. Pemberian air minum perlu disediakan di kandang untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya.
- Ambil 5 cc (setengan tutup) kemudian dicampurkan dengan sedikit air untuk pembasah pada pakan konsentrat. Pemberian pakan konsentrat ini cukup diberikan sehari sekali saja pada pagi hari. Selebihnya gunakan pakan hijauan.
Lantai/alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci setiap hari harus dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit. Sinar matahari pagi harus masuk ke kandang untuk membunuh bibit penyakit. Dinding kandang dicat dengan kapur/ter. Kandang bekas kelinci sakit dibersihkan dengan kreolin/lysol.

- Bisul. Penyebab: terjadinya pengumpulan darah kotor di bawah kulit. Pengendalian: pembedahan dan pengeluaran darah kotor selanjutnya diberi Jodium.
- Kudis. Penyebab: Darcoptes scabiei. Gejala: ditandai dengan koreng di tubuh. Pengendalian: dengan antibiotik salep.
- Eksim. Penyebab: kotoran yang menempel di kulit. Pengendalian: menggunakan salep/bedak Salicyl.
- Penyakit telinga. Penyebab: kutu. Pengendalian: meneteskan minyak nabati.
- Penyakit kulit kepala. Penyebab: jamur. Gejala: timbul semacam sisik pada kepala. Pengendalian: dengan bubuk belerang.
- Penyakit mata. Penyebab: bakteri dan debu. Gejala: mata basah dan berair terus. Pengendalian: dengan salep mata.
- Mastitis. Penyebab: susu yang keluar sedikit/tak dapat keluar. Gejala: puting mengeras dan panas bila dipegang. Pengendalian: dengan tidak menyapih anak terlalu mendadak.
- Pilek. Penyebab: virus. Gejala: hidung berair terus. Pengendalian: penyemprotan antiseptik pada hidung.
- Radang paru-paru. Penyebab: bakteri Pasteurella multocida. Gejala: napas sesak, mata dan telinga kebiruan. Pengendalian: diberi minum Sul-Q-nox.
- Berak darah. Penyebab: protozoa Eimeira. Gejala: nafsu makan hilang, tubuh kurus, perut membesar dan mencret darah. Pengendalian: diberi minum sulfaquinxalin dosis 12 ml dalam 1 liter air.
- Hama pada kelinci umumnya merupakan predator dari kelinci seperti anjing.
H. PANEN
1. Hasil Utama
Hasil utama kelinci adalah daging dan bulu
2. Hasil Tambahan
Hasil tambahan berupa kotoran untuk pupuk
Catatan : Penggunaan produk Nasa, Viterna, POC Nasa, dan Hormonik ini juga sangat bermanfaat untuk mendukung budidaya peternakan lainnya, seperti Budidaya Sapi, Budidaya Babi, Budidaya kambing, Budidaya Unggas, maupun budidaya hewan hias.
Senin, 26 Januari 2015
PANDUAN BUDIDAYA TERNAK BABI
PANDUAN BUDIDAYA TERNAK BABI
Ternak babi di Indonesia sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak lama. Peternakan babi saat ini hasil produksinya dapat memberikan keuntungan yang optimal untuk pemiliknya. Penerapan manajemen peternakan babi diperlukan pada pemeliharaan dan budidaya babi agar hasilnya sesuai dengan harapan. Maka dari itu harus benar-benar diperhatikan langkah-langkah dalam budidaya.
Langkah-langkah Budidaya
1. Bibit
Cara berternak babi dengan menyeleksi bibit. ciri-ciri babi yang baik : ambing besar dengan saluran darah tampak jelas, letak puting simetris, tubuh padat didalam diisi, kaki kotor dan tegap
2. Pakan.
Berikan pakan ternak babi yang cukup. Pakan ternak babi yang baik antara lain berupa jagung, shorgum, gandum, kacang kedelai, kacang hijau, umbi-umbian, tepung ikan dan lain-lain. Sebagai langkah lanjut guna mendukung keberhasilan budidaya peternakan babi, PT Natural Nusantara menghadirkan suatu formula nutrisi siap pakai yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas peternakan babi, khususnya kualitas, kuantitas dan efisiensi budidaya. Produk formula tersebut adalah Viterna, POC Nasa dan Hormonik.
Viterna Plus merupakan suplemen khusus ternak dengan kandungan :
Mineral-mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang, organ luar dan dalam, pembentukan darah dan lain-lain.
Asam-asam amino utama seperti Arginin, Isoleucine, Histidin, Lycine, Methionine , Phenylalanine, Threonine, Thryptophan, dan Valine sebagai penyusun protein untuk pembentukan sel, jaringan, dan organ tubuh
Vitamin-vitamin lengkap, yaitu A, B Komplek, C, D, E, K dan untuk kesehatan dan ketahanan tubuh.
Pemberian POC NASA yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan ternak babi, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran serta ketahanan tubuh babi. Untuk hasil lebih optimal, pemberian POC NASA disarankan ditambahkan dengan Hormonik.
Hormonik berperan sebagai zat pengatur tumbuh, di mana keberadaannya sangat penting dalam membantu meningkatkan pertumbuhan ternak babi. Sehingga budidaya ternak babi bisa dilakukan dalam waktu lebih singkat tetapi mendapatkan hasil yang optimal.
3. Manajemen Perkandangan
Cukup memperoleh cahaya matahari, bersih dan kering.
Ventilasi/sirkulasi udara baik.
Drainase didalam atau di luar kandang kudu baik.
Didalam satu kandang, babi kudu sejenis dan seumur
Ukuran kandang yang sesuai
Anak babi 2, 5 x 1, 5 m/ekor
Babi pejantan 3 x 2 m/ekor
Kandang penggemukan : berat 30-40 kg = 0, 36 m/ekor, berat 40 - 90 kg = 0, 50 m/ekor, dan berat lebih 90 kg = 0, 75m/ekor
budidaya ternak babi poc nasa hormonik viterna natural4. Tatacara pemeliharaan Cara berternak babi yang butuh didalam siklus pemeliharaan teknis, yaitu :
Umur kawin pertama betina 10 – 12 bln dan jantan 8 bln..
Umur melahirkan pertama + 14 bln..
Bberat lahir 1 – 1, 5 kg
Jumlah anak yang dilahirkan 7 – 14 ekor /induk
Pertambahan berat badan perhari 450 – 500 gram
Siklus birahi + 21 hari
Lama kebuntingan kurang lebih 114 hari ( 3 bln., 3 minggu, 3 hari )
Kembali dikawinkan sesudah melahirka 5 – 7 hari setalah penyapihan
Frekuensi melahirkan 2 x didalam 1 tahun
Umur dan berat jual 8 – 9 bln., lebih kurang 80 – 100 kg
Kekuatan jantan buat mengawini betina 2 – 3 ekor betina / hari dan 3x didalam 1 minggu
Contoh susunan ransum babi
Periode anakan atau stater - Cara berternak babi (0 – 11 minggu), protein 20 – 22 persen dan sebaiknya diberi susu dan jagung giling dengan campuran Viterna, POC Nasa dan Hormonik.
Periode pertumbuhan atau grower - Cara berternak babi (10 – 24 minggu), protein17 persen ditambah hijauan segar, mineral danvit serta ditrambahkan Viterna, POC Nasa dan Hormonik.
Periode Penggemukan - Cara berternak babi (sampai 10 bln) diberikan pakan yang berkualitas agar diperoleh berat badan + 100 kg bibit dengan protein 14%. Pakan berkadar serat tingi dan hijauan segar. Pemberian Viterna, POC Nasa dan Hormonik sangat berperan dalam peningkatan berat badan pada ternak babi.
============================================
Bila Anda membutuhkan produk dari PT Natural Nusantara (NASA) untuk mendukung keberhasilan budidaya bagi, seperti : Viterna, POC Nasa, dan Hormonik, berikut ini adalah cara pemesanan produknya :
Ternak babi di Indonesia sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak lama. Peternakan babi saat ini hasil produksinya dapat memberikan keuntungan yang optimal untuk pemiliknya. Penerapan manajemen peternakan babi diperlukan pada pemeliharaan dan budidaya babi agar hasilnya sesuai dengan harapan. Maka dari itu harus benar-benar diperhatikan langkah-langkah dalam budidaya.
Langkah-langkah Budidaya
1. Bibit
Cara berternak babi dengan menyeleksi bibit. ciri-ciri babi yang baik : ambing besar dengan saluran darah tampak jelas, letak puting simetris, tubuh padat didalam diisi, kaki kotor dan tegap
2. Pakan.
Berikan pakan ternak babi yang cukup. Pakan ternak babi yang baik antara lain berupa jagung, shorgum, gandum, kacang kedelai, kacang hijau, umbi-umbian, tepung ikan dan lain-lain. Sebagai langkah lanjut guna mendukung keberhasilan budidaya peternakan babi, PT Natural Nusantara menghadirkan suatu formula nutrisi siap pakai yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas peternakan babi, khususnya kualitas, kuantitas dan efisiensi budidaya. Produk formula tersebut adalah Viterna, POC Nasa dan Hormonik.
Viterna Plus merupakan suplemen khusus ternak dengan kandungan :
Mineral-mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang, organ luar dan dalam, pembentukan darah dan lain-lain.
Asam-asam amino utama seperti Arginin, Isoleucine, Histidin, Lycine, Methionine , Phenylalanine, Threonine, Thryptophan, dan Valine sebagai penyusun protein untuk pembentukan sel, jaringan, dan organ tubuh
Vitamin-vitamin lengkap, yaitu A, B Komplek, C, D, E, K dan untuk kesehatan dan ketahanan tubuh.
Pemberian POC NASA yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan ternak babi, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran serta ketahanan tubuh babi. Untuk hasil lebih optimal, pemberian POC NASA disarankan ditambahkan dengan Hormonik.
Hormonik berperan sebagai zat pengatur tumbuh, di mana keberadaannya sangat penting dalam membantu meningkatkan pertumbuhan ternak babi. Sehingga budidaya ternak babi bisa dilakukan dalam waktu lebih singkat tetapi mendapatkan hasil yang optimal.
3. Manajemen Perkandangan
Cukup memperoleh cahaya matahari, bersih dan kering.
Ventilasi/sirkulasi udara baik.
Drainase didalam atau di luar kandang kudu baik.
Didalam satu kandang, babi kudu sejenis dan seumur
Ukuran kandang yang sesuai
Anak babi 2, 5 x 1, 5 m/ekor
Babi pejantan 3 x 2 m/ekor
Kandang penggemukan : berat 30-40 kg = 0, 36 m/ekor, berat 40 - 90 kg = 0, 50 m/ekor, dan berat lebih 90 kg = 0, 75m/ekor
budidaya ternak babi poc nasa hormonik viterna natural4. Tatacara pemeliharaan Cara berternak babi yang butuh didalam siklus pemeliharaan teknis, yaitu :
Umur kawin pertama betina 10 – 12 bln dan jantan 8 bln..
Umur melahirkan pertama + 14 bln..
Bberat lahir 1 – 1, 5 kg
Jumlah anak yang dilahirkan 7 – 14 ekor /induk
Pertambahan berat badan perhari 450 – 500 gram
Siklus birahi + 21 hari
Lama kebuntingan kurang lebih 114 hari ( 3 bln., 3 minggu, 3 hari )
Kembali dikawinkan sesudah melahirka 5 – 7 hari setalah penyapihan
Frekuensi melahirkan 2 x didalam 1 tahun
Umur dan berat jual 8 – 9 bln., lebih kurang 80 – 100 kg
Kekuatan jantan buat mengawini betina 2 – 3 ekor betina / hari dan 3x didalam 1 minggu
Contoh susunan ransum babi
Periode anakan atau stater - Cara berternak babi (0 – 11 minggu), protein 20 – 22 persen dan sebaiknya diberi susu dan jagung giling dengan campuran Viterna, POC Nasa dan Hormonik.
Periode pertumbuhan atau grower - Cara berternak babi (10 – 24 minggu), protein17 persen ditambah hijauan segar, mineral danvit serta ditrambahkan Viterna, POC Nasa dan Hormonik.
Periode Penggemukan - Cara berternak babi (sampai 10 bln) diberikan pakan yang berkualitas agar diperoleh berat badan + 100 kg bibit dengan protein 14%. Pakan berkadar serat tingi dan hijauan segar. Pemberian Viterna, POC Nasa dan Hormonik sangat berperan dalam peningkatan berat badan pada ternak babi.
============================================
Bila Anda membutuhkan produk dari PT Natural Nusantara (NASA) untuk mendukung keberhasilan budidaya bagi, seperti : Viterna, POC Nasa, dan Hormonik, berikut ini adalah cara pemesanan produknya :
CARA PEMESANAN PRODUK
- SMS/TLP 085 708 788 228 A/N ANWAR untuk konfirmasi Jumlah Produk Yang di Pesan
- Kemudian akan dihitung jumlah biaya yang harus di transfer.
- Transfer biaya pembelian sesuai dengan Pemesanan ke rek BSM MANDIRI 7032901047 A/N MUHAMAD ANWAR ZAIM
- Konfirmasi Nama dan Alamat pengiriman Via Hp KE 085 708 788 228
- Minimal Pemesanan senilai 600 000 +Biaya Kirim ( untuk wilayah Jawa ) 850 000 (untuk wilayah Luar Jawa )
- Bebas Biaya kirim untuk Pemesanan 2,5 juta ke atas (wilayah Jawa) 3 juta( wilayah luar P.Jawa )
- Produk akan segera kami kirim jika dana transfer sudah masuk ke rekening
Selasa, 30 September 2014
Cara Cepat Tingkatkan Bobot Ayam dan Bebek Pedaging Dengan Produk Organik NASA

Ternak Ayam / Bebek Pedaging
Produk NASA yang digunakan:
Viterna (Vitamin Ternak Natural) 500 cc
Hormonik (Hormon Organik) 100 cc
1 botol VITERNA + 1 botol Hormonik = 600 cc = cukup untuk sekitar 100 ekor
Cara pakai:
Campur jadi satu wadah, 1 botol VITERNA 500 cc + 1 botol HORMONIK 100 cc. Kemudian ambil 1 tutup (10 cc) campur dengan 10 Liter air minum ternak / pakan apa saja. Cukup diberikan 1 x sehari.
Khusus Ayam potong, Viterna boleh diberikan setiap hari sejak DOC umur 1 hari. Sedangkan pada ternak bebek, Viterna diberikan 1 minggu sekali dan baru boleh diberikan setiap hari jika bebek sudah berumur 2 bulan ke atas.
Tips & Trik:
Tips mudah agar ternak ayam potong cepat panen dan irit pakan. Target Panen dalam tempo 23 hari dengan bobot 1,3 Kg. Jika budidaya diteruskan sampai 32 hari, bobot akan mencapai lebih 2 Kg.
Manfaat VITERNA ,POC NASA, HORMONIK
- VITERNA Plus menggunakan teknologi asam amino yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh ternak, yaitu dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak.
- POC NASA yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan bobot harian ternak, meningkatkan ketahanan tubuh ternak, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran. Sedangkan
- HORMONIK lebih berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh bagi ternak. Di mana formula ini akan sangat membantu meningkatkan pertumbuhan ternak secara keseluruhan.
Meningkatkan nafsu makan ternak sehingga cepat panen & mengirit pakan, mencegah stress, ternak sehat, tahan penyakit, kotoran tidak berbau, angka kematian sangat rendah, menghasilkan daging berkualitas tinggi karena rendah kolesterol, mempercepat pertumbuhan ternak.

CARA PEMESANAN PRODUK KLIK DISINI
Minggu, 21 September 2014
Cara Optimalkan Produksi Ayam Petelur
Kapan ayam petelur mencapai masa puncak produksinya dan bagaimana mengoptimalkan produksi ayam petelur dengan produk NASA ?
Cara pemakaian :- Masa puncak produksi ayam petelur yaitu pada saat ayam berumur 9 - 12 bulan.
- Produk NASA Yang bisa dignakan adalah POC NASA dan VITERNA PLUS
- Setengah tutup VITERNA PLUS dan setengah tutup POC NASA dimasukkan kedalam 10 liter air minum.
- 3 hari sekali atau 3 hari berturut-turut diberi produk NASA, 3 hari selanjutnya diberi air minum biasa dan seterusnya.
Produk NASA mampu menggantikan peran dari vitamin dan mineral sintetik yang selama ini diberikan oleh peternak, sebaiknya diberikan sejak ayam umur 1 hari.
Jumat, 16 Mei 2014
Cara Meningkatkan Hasil Budidaya Puyuh
A. PENDAHULUAN
Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs.Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut “Quail”, merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat tahun 1870. Dan selanjutnya dikembangkan ke seluruh penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal dan diternak sejak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yang ada di Indonesia.
B. SENTRA PETERNAKAN
Sentra Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah.
C. JENIS
Kelas : Aves (Bangsa Burung)
Ordo : Galiformes
Sub Ordo : Phasianoidae
Famili : Phasianidae
Sub Famili : Phasianinae
Genus : Coturnix
Species : Coturnix-coturnix Japonica
D. MANFAAT
- Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi dan rasa yang lezat
- Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya
- Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat digunakan sebagai pupuk tanaman
E. PERSYARATAN LOKASI
- Lokasi jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk
- Lokasi mempunyai strategi transportasi, terutama jalur sapronak dan jalur-jalur pemasaran
- Lokasi terpilih bebas dari wabah penyakit
- Bukan merupakan daerah sering banjir
- Merupakan daerah yang selalu mendapatkan sirkulasi udara yang baik.
1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
a) Perkandangan
Dalam sistem perkandangan yang perlu diperhatikan adalah temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C, kelembaban kandang berkisar 30-80%, penerangan kandang pada siang hari cukup 25-40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang.
Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yang biasa diterapkan yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Ukuran kandang untuk 1 m2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m2 sampai masa bertelur.
Adapun kandang yang biasa digunakan dalam budidaya burung puyuh adalah:
1). Kandang untuk induk pembibitan
Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kemampuan menghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara. Idealnya satu ekor puyuh dewasa membutuhkan luas kandang 200 m2.
2). Kandang untuk induk petelur
Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.
3). Kandang untuk anak puyuh/umur stater(kandang indukan)
Kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter, yaitu mulai umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung dan mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan. Kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh).
4). Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu)
Bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram.
b) Peralatan
Perlengkapan kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan.
2. Penyiapan Bibit
Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya, adalah memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan.
Pemilihan, yaitu:
- Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit.
- Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran.
- Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik.
a) Sanitasi dan Tindakan Preventif
Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini mungkin.
b) Pengontrolan Penyakit
Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau petunjuk dari Poultry Shoup.
c) Pemberian Pakan
Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yang suka usil memtuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus.
PT. NATURAL NUSANTARA mengeluarkan suplemen khusus ternak yaitu VITERNA Plus danPOC NASA. Produk-produk ini menggunakan teknologi asam amino, mineral dan vitamin yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh puyuh yaitu dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan puyuh.
VITERNA dan POC NASA mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan puyuh yaitu :
- Asam-asam amino esensial, yaitu Arginin, Hiistidin, Leusin, Isoleusin dan lain-lain sebagai penyusun protein tubuh, pembentuk sel dan organ tubuh.
- Vitamin lengkap yang berfungsi untuk berlangsungnya proses fisiologis tubuh yang normal dan meningkatkan ketahanan tubuh itik petelur dari serangan penyakit.
- Mineral-mineral lengkap yaitu N, P, K, Ca, mg , Cl dan lain-lain sebagai penyusun tulang, darah dan berperan dalam sintesis enzim untuk memperlancar proses metabolisme dalam tubuh.
Keunggulan dan manfaat pemberian VITERNA dan POC NASA pada burung puyuh adalah : 1) Berasal dari bahan alami/organik, bukan dari bahan-bahan kimia atau sintetik, 2) Mampu menggantikan pemberian vitamin dan mineral kimia/sintetik, 3) Meningkatkan nafsu makan, 4) Mengurangi kestresan pada ayam, baik pada saat masuk kandang pertama kali, setelah ayam divaksinasi atau saat ayam dalam proses pengobatan, 5) Mengurangi bau kotoran, 6) Meningkatkan kesehatan ayam, 7) Mempercepat waktu pertama bertelur di mana pada burung puyuh umur 30 hari sudah mulai bertelur, 8) Angka kematian : 3% – 5%, 9) Cangkang telur lebih kuat dan tidak mudah pecah.
d) Pemberian Vaksinasi dan Obat
Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat segera dilakukan apabila puyuh terlihat gejala-gejala sakit dengan meminta bantuan petunjuk dari PPL setempat ataupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yang ada di dekat Anda beternak puyuh.
G. HAMA DAN PENYAKIT
1.Quail enteritis)
Penyebab: bakteri anerobik yang membentuk spora dan menyerang usus, sehingga timbul pearadangan pada usus. Gejala: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair dan mengandung asam urat. Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan burung puyuh yang sehat dari yang telah terinfeksi.
2) Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Gejala: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh. Pengendalian: (1) menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang; (2) pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada obatnya.
3) Berak putih (Pullorum)
Penyebab: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular. Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung. Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit tetelo.
4) Berak darah (Coccidiosis)
Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan. Pengendalian: (1) menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering; (2) dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox
5) Cacar Unggas (Fowl Pox)
Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur dan jenis kelamin. Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yang apabila dilepaskan akan mengeluarkan darah. Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfksi.
6) Quail Bronchitis
Penyebab: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangat menular. Gejala: puyuh kelihatan lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk dan bersi, mata dan hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir serta kadangkala kepala dan leher agak terpuntir. Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang memadai.
7) Aspergillosis
Penyebab: cendawan Aspergillus fumigatus. Gejala: Puyuh mengalami gangguan pernafasan, mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju, mengantuk, nafsu makan berkurang. Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya.
8) Cacingan
Penyebab: sanitasi yang buruk. Gejala: puyuh tampak kurus, lesu dan lemah. Pengendalian: menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terjaga kebersihannya.

H. PANEN
1. Hasil Utama
Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil utamanya adalah produksi telurnya yang dipanen setiap hari selama masa produksi berlangsung.
2. Hasil Tambahan
Sedangkan yang merupakan hasil tambahan antara lain berupa daging afkiran, tinja dan bulu puyuh.
Catatan : Penggunaan produk Nasa, Viterna, POC Nasa, dan Hormonik ini juga sangat bermanfaat untuk mendukung budidaya peternakan lainnya, seperti Budidaya Kambing, Budidaya Babi, Budidaya Unggas, maupun budidaya hewan hias.
Kamis, 01 Mei 2014
Budidaya bebek pedaging dan mengurangi bau kotoran bebek
Produk NASA untuk bebek pedaging :
Produk yang digunakan : Viterna, POC NASA, Hormonik
Kandungan Viterna, POC NASA, Hormonik : Protein, mineral, vitamin yang berasal dari bahan-bahan organik/alami, bukan kimia/sintetik.
Cara pemakaian : 3 produk tersebut dicampur menjadi 1 larutan terbih dahulu
Dosis : 1 tutup botol campuran 3 produk NASA tersebut, dicampur pada pakan basah/komboran sebanyak 10 – 15 kg
Waktu pemberian : Pagi dan sore hari
Keunggulan Produk NASA pada bebek pedaging :
Berasal dari bahan alami/organik, bukan dari bahan-bahan kimia atau sintetik
Mampu menggantikan pemberian vitamin dan mineral kimia/sintetik
Meningkatkan nafsu makan
Mengurangi kestresan pada bebek, baik pada saat masuk kandang pertama kali, setelah bebek divaksinasi atau saat bebek dalam proses pengobatan
Mempercepat waktu panen bebek, rata-rata pada umur 42 hari sudah mencapai 1,3 kg per ekor.
Angka kematian : 2 – 4%
Mengurangi bau kotoran
Meningkatkan kesehatan bebek
Demikian Petunjuk singkat peternakan Bebek Pedaging Semoga Bermanfaat
Produk yang digunakan : Viterna, POC NASA, Hormonik
Kandungan Viterna, POC NASA, Hormonik : Protein, mineral, vitamin yang berasal dari bahan-bahan organik/alami, bukan kimia/sintetik.
Cara pemakaian : 3 produk tersebut dicampur menjadi 1 larutan terbih dahulu
Dosis : 1 tutup botol campuran 3 produk NASA tersebut, dicampur pada pakan basah/komboran sebanyak 10 – 15 kg
Waktu pemberian : Pagi dan sore hari
Keunggulan Produk NASA pada bebek pedaging :
Berasal dari bahan alami/organik, bukan dari bahan-bahan kimia atau sintetik
Mampu menggantikan pemberian vitamin dan mineral kimia/sintetik
Meningkatkan nafsu makan
Mengurangi kestresan pada bebek, baik pada saat masuk kandang pertama kali, setelah bebek divaksinasi atau saat bebek dalam proses pengobatan
Mempercepat waktu panen bebek, rata-rata pada umur 42 hari sudah mencapai 1,3 kg per ekor.
Angka kematian : 2 – 4%
Mengurangi bau kotoran
Meningkatkan kesehatan bebek
Demikian Petunjuk singkat peternakan Bebek Pedaging Semoga Bermanfaat
Viterna Plus Tingkatkan Volume Susu Sapi Perah
Kesaksian Bapak SOFYANI
(peternak sapi perah)
Saya memiliki Sapi Perah 6 ekor dengan jenis sapi PFH yang umur-nya bervariasi. Ada yang berumur 7 tahun, ada yang 2 tahun, dan 2,5 tahun. Sudah 6 bulan ini saya mencoba menggunakan produk VITERNA PLUS dan hasilnya cukup memuaskan.
Dosis VITERNA PLUS yang digunakan adalah 1 tutup botol per ekor per hari, yang dicampurkan pada komboran atau pakan basah diberikan pada siang hari. Perlu diketahui dahulu saya (Bp.Sofyani) menggunakan mineral sintetik. Jadi selama ini cukup menggunakan VITERNA PLUS saja hasilnya lebih efisien, Selain itu nafsu makan Sapi juga lebih tinggi.
Ada beberapa perbedaan yang cukup bagus setelah saya menggunakan produk VITERNA PLUS ini, dari segi rata-rata produksi susu harian untuk per ekor sapi yang menggunakan VITERNA PLUS adalah 17 liter susu, sebelum menggunakan produk VITERNA PLUS warna susunya agak kekuning-kuningan, sedang setelah menggunakan produk VITERNA PLUS ini warna susu nya putih bersih.
Susu Sapi disini biasanya digunakan untuk membuat dangke (Makanan Khas Semacam Keju) yang harganya makanan tersebut biasanya Rp. 6000,- Dengan penggunaan produk VITERNA PLUS ada peningkatan hingga "2 Dangke" sebagai catatan 1 Dangke volumenya berkisar antara 1,25 liter - 1,5 liter. Jadi kalau 2 Dangke maka ada peningkatan 3 liter susu setiap harinya.
Keuntungan lain setelah menggunakan VITERNA PLUS, lalat-lalat hampir tidak ada yang mendatangi kotoran sapi dan kotoran sapipun juga hampir tidak berbau. Selain itu, Sapi yang agak malas makan setelah menggunakan produk VITERNA PLUS nafsu makanya menjadi tinggi.
Saya mengajak seluruh peternak sapi perah untuk menggunakan VITERNA PLUS, karena saya sudah membuktikanya sendiri.
Rabu, 02 April 2014
TANGGUH Probiotik Peternakan Perikanan
Harga Rp 80.000
Deskripsi Produk TANGGUH PROBIOTIK
TANGGUH Probiotik diproses dari bahan-bahan alami murni sehingga aman, sehat dan dapat meningkatkan gizi, cita rasa, dan dapat menekan tingkat kerusakan ternak (palatibilitas). Produk Probiotik Peternakan dan Perikanan ini juga berfungsi meningkatkan kesuburan perairan sekaligus kesehatan udang dan ikan.
Kandungan TANGGUH Probiotik
| Lactobacillus sp. | 2,5 x 107 cfu/ml |
|---|---|
| Azotobacter sp. | 1,31 x 106 cfu/ml |
| Streptomyces sp. | 2,42 x 106 cfu/ml |
| Saccharomyces sp. | 8m20 x 107 cfu/ml |
| Aspergillus sp. | 1,90 x 105 cfu/ml |
| Trichoderma sp. | 2,8 x 105 cfu/ml |
Dosis Pemakaian Probiotik TANGGUH
| Ternak |
|
|---|---|
| Udang | 5 – 6 liter / ha |
| Ikan | 3 – 6 liter / ha |
Cara Pemakaian TANGGUH Probiotik
Pemakaian untuk Pembuatan Pakan Ternak
- Bahan dicacah hingga berukuran 5 cm lalu ditumpuk setebal 20 cm, siramlah dengan larutan TANGGUH Probiotik sesuai dosis di atas, kemudian taburkan bekatul.
- Tumpuk lagi bahan di atasnya dan ulangi prosedur yang sama terus menerus hingga mencapai ketinggian 1 meter.
- Tutup rapat 1-3 hari
- Buka dan keringkan sebelum diaplikasikan ke ternak
Untuk menyempurnakan proses pencernaan dan metabolisme dalam tubuh ternak, aplikasikan juga penggunaan VITERNA.
Pemakaian untuk Kolam Udang & Ikan
- Larutkan TANGGUH 2-3 liter bersamaan dengan TON (Tambak Organik Nusantara) dengan air secukupnya, lalu siramkan merata ke tanah dasar tambak/kolam pada tahap persiapan lahan (belum ada air)
- Larutkan TANGGUH 0,5 liter dicampur air secukupnya lalu siramkan merata ke air tambak/kolam setiap 2 minggu sekali (bersamaan dengan aplikasi TON) selama 6 kali mulai umur 21 hari
Pemakaian untuk Pakan Udang & Ikan
- Larutkan 5 cc (0,5 tutup botol) TANGGUH dan 10 cc VITERNA dalam air secukupnya untuk dicampur dengan 8-10 kg pakan udang/ikan
Selasa, 01 April 2014
Teknik Budidaya Domba / Kambing
Peternakan kambing dan domba Potong di Indonesia sebagian besar masih berskala kecil sehingga perlu diusahakan secara komersial dan intensif. Hal ini diperlukan karena adanya pertambahan penduduk yang terus meningkat setiap tahunnya sekitar 1,24% dan semakin meningkatnya daya beli masyarakat. Kebutuhan daging selama ini belum mencukupi permintaan, ± 400.000 ton/tahun, sehingga masih mengandalkan impor daging. PT. Natural Nusantara dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) berupaya menbantu budidaya kambing dan domba potong dengan sasaran peningkatan kualitas dan kuantitas daging.
Jenis-jenis kambing dan domba potong
- Kambing kacang
Cirinya adalah badannya kecil dan relatif pendek, telinga pendek dan tegak, jantan dan betina memiliki tanduk, leher pendek dan punggung meninggi, warna bulu bervariasi, ada yang hitam, coklat, merah atau belang hitam-putih. - Kambing Peranakan Etawa (PE)
Sasaran utama dari kambing PE pada dasarnya adalah penghasil susu, tetapi dapat digunakan juga sebagai penghasil daging, terutama setelah masa afkir. Ciri dari kambing ini adalah bagian hidung ke atas melengkung, panjang telinga antara 15-30 cm, menggantung ke bawah dan sedikit kaku, warna bulu bervariasi antara hitam dan coklat, memiliki bulu tebal dan agak panjang dibawah leher dan pundak (jantan), di bagian bawah ekor (betina) - Domba Ekor Gemuk
Memiliki ciri bentuk ekor yang panjang, tebal, besar dan semakin ke ujung makin kecil; tidak mempunyai tanduk; sebagian besar bewarna putih, tetapi ada anaknya yang bewarna hitam atau kecoklatan - Domba Ekor Tipis
Memiliki ciri tubuh yang kecil, ekor relatif kecil dan tipis, bulu bewarna putih, tidak bertanduk (betina), bertanduk kecil dan melingkar (jantan).
Penggemukan
Penggemukan kambing/Domba adalah pemeliharaan kambing/domba dewasa dalam keadaan kurus untuk ditingkatkan barata badannya melalui pembesaran daging dalam waktu relatif singkat (3-5 bulan)
Pemilihan bibit
Bibit bakalan yang baik untuk pengggemukan adalah sebagai berikut :
- Umur antara 8 bulan – 1 tahun
- Ukuran badan normal, sehat, bulu bersih dan mengkilap, garis punggung dan pinggang lurus
- Keempat kaki lurus, kokoh dan tumit terlihat tinggi
- Tidak ada cacat pada bagian tubuhnya, tidak buta
- Hidung bersih, mata tajam dan bersih serta anus bersih
Tata Laksana Pemeliharaan
A. Perkandangan
Pada umumnya tipe kandang pada ternak Kado adalah berbentuk panggung, konstruksinya dibuat panggung atau di bawah lantai kandang terdapat kolong untuk menampung kotoran. Adanya kolong dapat menghindari kebecekan dan kontak langsung dengan tanah yang mungkin tercemar penyakit. Lantai kandang ditinggikan antara 0,5 – 2 m. Bak pakan dapat ditempelkan pada dinding. Ketinggian bak pakan untuk kambing dan domba berbeda. Bak pakan untuk kambing dibuat agak tinggi, kira-kira sebahunya karena kebiasaan kambing memakan daun-daun perdu. Untuk Domba, dasar bak pakan horizontal dengan lantai kandang karena kebiasaan domba merumput. Lantai kandang dibuat dari kayu papan atau belahan bambu yang disusun dengan jarak 2-3 cm. Dengan demikian, kotoran dan air kencing mudah jatuh pada kolong, sementara tracak/kaki kado tidak terpelosok/terjepit.Ukuran Kandang :
- Anak : 1 X 1,2 m /2 ekor (lepas sapih),
- Jantan dewasa : 1,2 X 1,2 m/ ekor
- Dara/ Betina dewasa :1 X 1,2 m /ekor
- Induk dan anak 1,5 X 1,5 m/induk + 2 anak
B. Pakan
Pakan utama yang umum diberikan berupa hijauan segar, seperti rumput, legum(daun lamtoro dan turi, dll) atau aneka hijauan (daun singkong (protein cukup tinggi), daun nangka dan daun pepaya). Khusus legume dan aneka hijauan sebelum diberi pada ternak sebaiknya dilayukan terlebih dahulu 2-3 jam dibawah terik matahari untuk menghilangkan racun yang ada dalam hijauan tersebut.Selain pakan hijauan, dapat juga ditambah dengan pakan padat /konsentrat. Jenis yang dapat digunakan adalah bekatul, ampas tahu, ketela pohon (dicacah dahulu). Jenis pakan tersebut mudah dan murah dibeli dengan sumbangan yang cukup lumayan untuk kebutuhan nutrisinya. Kebutuhan setiap ekor kira-kira 3 kg per hari dengan komposisi 40% berkatul 40% ampas tahu dan 20% ketela pohon.
Teknik pemberian konsentrat disarankan jangan bersamaan dengan hijauan, karena pakan ini mempunyai daya cerna dan kandungan nutrisi yang berbeda dengan hijauan. Jumlah pemberian konsentrat sekitar 1 kg/ekor/hari.
Contoh Pola Pemberian Pakan
| Pakan | Waktu | Hijauan | Konsentrat |
|---|---|---|---|
| Pagi | (±Pukul 08.00) | Rumput, Legume | Bekatul, ampas tahu, ampas singkong |
| Sore | (±Pukul 15.00) | Rumput, Legume | Bekatul, ampas tahu, ampas singkong |
Selain pemberian rumput dan konsentrat, masih dibutuhkan pakan pelengkap yang mengandung gizi ternak lengkap yang belum terdapat pada hijauan dan konsentrat untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi ternak. Sehingga tujuan atau target dari budidaya ternak yaitu memiliki ternak dengan pertumbuhan optimal dan sehat dapat tercapai. Sebagai pakan pelengkap maka PT. Natural Nusantara mengeluarkan suplemen khusus ternak yaitu VITERNA Plus, POC NASA dan HORMONIK. Produk ini menggunakan teknologi asam amino yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh Kambing/Domba, yaitu dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak.
VITERNA Plus, POC NASA dan HORMONIK mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak, yaitu :
- Asam-asam amino esensial, yaitu Arginin, Hiistidin, Leusin, Isoleusin dan lain-lain sebagai penyusun protein tubuh, pembentuk sel dan organ tubuh.
- Vitamin lengkap yang berfungsi untuk berlangsungnya proses fisiologis tubuh yang normal dan meningkatkan ketahanan tubuh kambing/domba dari serangan penyakit.
- Mineral-mineral lengkap yaitu N, P, K, Ca, mg , Cl dan lain-lain sebagai penyusun tulang, darah dan berperan dalam sintesis enzim untuk memperlancar proses metabolisme dalam tubuh.
Keunggulan dan Manfaat dari Penggunaan produk NASA pada penggemukan kambing domba adalah :
- Berasal dari bahan alami/organik, bukan dari bahan-bahan kimia atau sintetik
Merupakan pakan tambahan yang berperan sebagai sumber protein, mineral dan vitamin. - Mampu menggantikan pemberian vitamin dan mineral kimia/sintetik
Meningkatkan nafsu makan - Mempercepat adaptasi kambing/domba terhadap pakan, pada saat pertama kali masuk kandang.
- Mengurangi kestresan pada kambing/domba, baik pada saat masuk kandang pertama kali, setelah kambing-domba divaksinasi atau saat kambing-domba dalam proses pengobatan
- Mempercepat pertumbuhan kambing/domba
- Mengurangi bau kotoran
- Meningkatkan kesehatan kambing/domba
- Meningkatkan kualitas daging kambing/domba dengan warna lebih merah, padat dan rendah lemak.
C.Tata laksana Reproduksi
Tata laksana reproduksi meliputi :- Dengan pengelolaan yang baik kambing/domba dapat melahirkan 7 bulan sekali.
- Perkawinan kembali setelah melahirkan 1bulan kemudian.
- Penyapihan anak dilaksanakan pada 3 – 4 bulan.
- Umur dewasa kelamin 8 – 10 bulan
- Siklus birahi 17 – 21 hari
- Lama birahi 24 – 40 jam, bila birahi pagi maka sore atau esok harinya harus dikawinkan
- Masa kebuntingan : 5 bulan.
D. Pengendalian Penyakit
Tindakan pertama yang dilakukan pada usaha pemeliharaan Kado adalah melakukan pencegahan terjangkitnya penyakit pada ternak. Beberapa langkah pencegahan adalah sebagai berikut :- Lahan yang digunakan untuk memelihara Kado harus bebas dari penyakit menular.
- Kandang Kado harus kuat, aman dan bebas penyakit. Apabila digunakan kandang bekas kado yang telah terserang penyakit, kandang cukup dicucihamakan dengan disinfektan, kemudian dibiarkan beberapa saat. Apabila kandang tersebut bekas kado sehat cukup dicuci dengan air biasa.
- Kado yang baru masuk sebaiknya dimasukkan ke kandang karantina dulu dengan perlakuan khusus. Ternak yang diduga bulunya membawa penyakit sebaiknya dimandikan dan digosok dengan larutan sabun karbol, Neguvon, Bacticol Pour, Triatex atau Granade 5% EC dengan konsentrasi 4,5 gram/3 liter air. Untuk membasmi kutu, Kado dapat juga dimandikan larutan Asuntol berkonsentrasi 3-6 gram/3 liter air.
- Kandang dan lingkungan tidak boleh lembap dan bebas dari genangan air. Kelembapan yang tinggi dan genangan air mengakibatkan perkembangan nyamuk atau hewan sejenis yang menggigit dan menghisap darak ternak.
- Dilakukan vaksinasi secara teratur. Vaksinasi bertujuan untuk mencegah terjangkitnya penyakit oleh Virus.
Langganan:
Komentar (Atom)






